Klaten, 5 Oktober 2025 — Gedung PGRI Klaten dipenuhi ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus Pelantikan Pengurus DPD, MPD, DED, dan DPC PKS se-Kabupaten Klaten, Minggu (5/10/2025). Dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan itu, Ketua DPD PKS Klaten Sigit Mardiyanto menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat amanah kepemimpinan dalam perjuangan partai.
“Ini adalah amanah, bukan hadiah. Ujian, bukan kemuliaan. Tanggung jawab, bukan status pangkat,” tegas Sigit membuka sambutannya, disambut takbir dan tepuk tangan para kader yang hadir.
Sigit menegaskan bahwa setiap pengurus PKS, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, harus memahami bahwa jabatan di partai bukan sekadar posisi struktural, melainkan ladang pengabdian untuk menebar manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, PKS hadir bukan untuk mencari kekuasaan, melainkan untuk memperluas kebaikan dan pelayanan publik.
“Kemenangan politik bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal tanggung jawab yang sesungguhnya. Dari kemenangan itulah kita diuji: sejauh mana kita mampu melayani dan membela kepentingan rakyat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sigit juga menegaskan komitmen DPD PKS Klaten untuk memperkuat struktur pelayanan partai hingga tingkat desa. Ia mengumumkan program dukungan finansial bagi pengurus DPC sebesar Rp500 ribu per bulan, yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial, advokasi masyarakat, dan penguatan kaderisasi.
“Kami ingin setiap DPC hidup, aktif, dan menjadi rumah bagi masyarakat. Kantor PKS di kecamatan harus terbuka untuk semua, bukan hanya bagi kader, tetapi juga bagi warga yang butuh bantuan dan perhatian,” katanya.
Sigit mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin berat, terutama dalam menghadapi agenda politik nasional dan lokal menuju Pemilu 2029. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus baru untuk memperkuat sinergi antarstruktur dan menjaga komunikasi yang solid dengan kader di tingkat akar rumput.
“Soliditas adalah kekuatan kita. Jika struktur, kader, dan masyarakat bersatu, insyaAllah PKS akan menjadi partai yang tidak hanya besar, tapi juga kuat dan dipercaya rakyat,” tegasnya.
Selain berbicara tentang tanggung jawab kepemimpinan, Sigit juga berpesan agar setiap pengurus menjaga kesederhanaan dan keteladanan pribadi. Ia menilai bahwa kepercayaan masyarakat hanya akan tumbuh jika pengurus mampu menampilkan karakter yang rendah hati dan jujur.
“Pejabat publik dan pengurus PKS harus hidup sederhana, bersahaja, dan dekat dengan masyarakat. Hindari kemewahan yang berlebihan. Kesederhanaan bukan kelemahan, tapi bukti keikhlasan,” pesannya.
Menutup pidatonya, Sigit mengajak seluruh pengurus baru untuk meneguhkan niat dan semangat kolektif. Ia menyebut pelantikan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal babak baru perjuangan PKS Klaten untuk menjadi partai yang semakin kokoh, bersih, dan melayani.
“Mari kita jaga amanah ini bersama. Kita bukan sekadar pengurus, tapi pelayan rakyat. Semoga Allah meneguhkan langkah kita dalam kebaikan,” tutupnya penuh semangat.




