Skip to content

Wakil Ketua DPRD Klaten Widodo: Perda Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan Bisa Jadi Solusi Kenakalan Remaja

KLATEN – Aksi penyerangan pengendara motor oleh gerombolan pemuda bersenjata tajam kembali mengguncang Kabupaten Klaten. Lima pemuda berusia 19–30 tahun ditetapkan sebagai tersangka setelah membuat onar di dua lokasi sepanjang Jalan Solo–Jogja pada Minggu (7/9/2025) dini hari. Sebelumnya seorang pemuda bersenjata tajam mengancam dan menggangu jalannya pementasan wayang di Kecamatan Ceper.

Menanggapi maraknya kekerasan jalanan dan kenakalan remaja, Wakil Ketua DPRD Klaten Widodo, SH, MH, menyatakan keprihatinan mendalam. “Ini potret suram generasi kita. Anak muda seharusnya menjadi harapan bangsa, tetapi sebagian justru menempuh jalan yang salah,” ujarnya.

Anggota Fraksi PKS DPRD Klaten ini menilai degradasi moral menjadi faktor utama yang melanda sebagian anak muda. Lingkungan yang permisif, pengaruh media sosial, lemahnya pengawasan keluarga, serta minimnya keteladanan positif mendorong anak muda mencari pengakuan lewat aksi brutal. “Mereka ingin diakui berani, tapi yang dicontoh justru perilaku negatif,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD bersama Pemkab Klaten telah menyiapkan beberapa kebijakan seperti Peraturan Daerah Perda Pembangunan dan Pengembangan Kepemudaan. Kemudian sosialisasi moral dan hukum ke sekolah-sekolah oleh DPRD bersama kepolisian dan stakeholder lain. Terakhir, pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Peran Pemuda untuk menyiapkan regulasi pembinaan moralitas generasi muda.

“Ini bukan sekadar tindakan reaktif. Kami mendorong sistem pengawasan berlapis: keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan,” jelas Widodo.

Widodo menekankan pentingnya sinergi orang tua, sekolah, pesantren, dan aparat. “Sekolah dan pesantren menjadi wahana pendidikan karakter, tapi tidak bisa berdiri sendiri. Komunikasi intens antara orang tua dan anak mutlak diperlukan,” katanya.

Ia juga mengimbau generasi muda untuk cerdas memilih lingkungan dan bijak menggunakan teknologi. “Gunakan media sosial secara positif, tekuni ilmu agama dan adat. Anak muda harus menjadi motor perubahan, bukan sumber keresahan,” pesan Widodo.

DPRD berharap kasus kekerasan jalanan seperti ini menjadi peringatan serius. “Pengawasan keluarga dan pendidikan karakter harus diperkuat. Generasi muda adalah masa depan Klaten dan Indonesia,” pungkasnya.

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *