Klaten, 5 Oktober 2025 — Ketua DPW PKS Jawa Tengah Hadi Santoso hadir memberikan arahan dalam Musyawarah Daerah dan Pelantikan Pengurus DPD, MPD, DED, dan DPC PKS Kabupaten Klaten.
Hadi memuji kekompakan dan semangat kader PKS Klaten yang dinilainya menjadi contoh positif bagi daerah lain di Jawa Tengah.
“Saya melihat semangat luar biasa di Klaten. Dari panitia muda, pengurus senior, sampai kader baru — semuanya menunjukkan wajah PKS yang hidup, solid, dan melayani,” ujar Hadi di hadapan ratusan peserta.
Dalam sambutannya, Hadi menekankan pentingnya menjadikan momentum pelantikan sebagai tonggak konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan. Ia mengatakan, PKS Jawa Tengah berkomitmen mendorong struktur partai agar semakin dekat dengan rakyat, terutama melalui penguatan pelayanan publik dan pemberdayaan kader di tingkat bawah.
“Kemenangan PKS tidak hanya diukur dari kursi di parlemen, tapi dari seberapa besar manfaat yang kita hadirkan untuk masyarakat. Pelayanan publik yang nyata adalah wajah sejati partai dakwah,” tegasnya.
Hadi menargetkan PKS dapat meraih dua digit suara nasional pada Pemilu 2029, dengan capaian signifikan di daerah strategis seperti Klaten. Untuk mencapai target itu, ia meminta seluruh jajaran struktur memperkuat tiga pilar utama: soliditas struktur, kaderisasi berkelanjutan, dan kemandirian ekonomi kader.
“PKS Klaten harus menjadi daerah teladan. Minimal ada tiga kader aktif di setiap desa yang menjadi penggerak kegiatan sosial dan dakwah. Dari situlah kekuatan kita tumbuh — dari bawah, dari rakyat,” katanya.
Selain berbicara tentang strategi partai, Hadi juga menyoroti pentingnya regenerasi. Ia memuji panitia pelaksana pelantikan yang sebagian besar berasal dari kader muda PKS Klaten.
“Saya bangga, acara sebesar ini dipersiapkan oleh anak-anak muda. Ini bukti bahwa regenerasi PKS Klaten berjalan dengan sehat. Ini sinyal baik bagi masa depan partai,” ungkapnya.
Hadi menegaskan bahwa partai harus memberi ruang luas bagi generasi muda untuk tampil. Ia menyebut, pada Pemilu 2029 mendatang, lebih dari 60 persen pemilih berasal dari generasi muda, sehingga PKS harus mampu membangun komunikasi yang dekat dan inspiratif bagi mereka.
“Berikan ruang, bimbingan, dan kepercayaan kepada generasi muda. Mereka adalah masa depan PKS. Jangan takut memberi tongkat estafet kepada mereka yang bersemangat dan tulus,” pesannya.
Di akhir arahannya, Hadi berpesan kepada seluruh pengurus baru PKS Klaten agar menjadikan amanah ini sebagai sarana menumbuhkan kebaikan dan pelayanan, bukan sekadar jabatan formal.
“Pengurus adalah pelayan, bukan tuan. Kalau kita melayani dengan ikhlas, Allah akan menumbuhkan keberkahan. Jadikan Klaten contoh partai yang tumbuh karena pelayanan, bukan karena kekuasaan,” pungkasnya.




